Jumat, 10 Juli 2009

Jalan Hidup Orang Benar Diterangi oleh Firman Tuhan.

Hai, anakku, janganlah engkau hidup menurut tingkah laku mereka, tahanlah kakimu dari pada jalan mereka,…. Amsal 1:15 Konteks kata “mereka” merujuk kepada “orang berdosa” di ayat 10. Hal yang menarik disini adalah Firman Tuhan tidak menekankan “orang berdosa” sebagai pribadi tetapi lebih kepada tingkah laku. Tuhan memperhatikan tingkah laku seseorang, karena itu Ia mengingatkan kita agar “tahan kakimu dari jalan mereka”. Terkadang kita terlalu terfokus pada keberdosaan seseorang sebagai sesuatu yang bersifat pribadi daripada tingkah laku. Bahkan, lebih buruk lagi, kita suka melihat kesalahan orang lain daripada memperhatikan tingkah laku kita sendiri. Alkitab mengajarkan kepada kita untuk melihat secara menyeluruh dan tidak menjadikan kita sebagai hakim atas orang lain. Firman Tuhan seperti pedang bermata dua, Ia tidak saja berbicara kepada orang berdosa namun juga kepada orang yang di benarkan didalam nama Kristus Yesus. Allah ingin kita mewaspadai bujukan orang berdosa sekaligus memperhatikan langkah-langkah kita sendiri. Allah ingin agar kita hidup sebagai orang benar yang jalannya diterangi oleh Firman Tuhan. Doa: Tuhan ajar aku untuk memperhatikan langkahku dengan terang FirmanMu.

Kamis, 09 Juli 2009

Hidup bukan Judi, Bung!

Buanglah undimu ke tengah-tengah kami kami, satu pundi-pundi bagi kita sekalian.

Amsal 1:14

Anda ingin tahu jodoh anda dan peruntungan anda hari ini, ketik nama (spasi) ……dan kirim ke ……

Demikianlah ciri beberapa iklan yang membujuk kita untuk mengetahui “nasib”, bahkan jika kita ingin merubahnya. Kita dibuat “bingung” dengan ketidakpastian jodoh karena jomblo atau gagal dalam pacaran/pernikahan, masa depan yang suram, belum adanya tanda kesuksesan sehingga kita “membuang undi” dan berkata dalam hati “kali-kali aja” ramalan dapat membantu saya sekali ini saja.

Orang-orang berdosa dan iblis sekalipun ingin kita menyerahkan hidup kita kepadanya. Kita mungkin menganggap, “ah..hidup khan memang gambling” atau “ngga salah khan kalau kita mencari hoki” kita. Secara tidak sadar kita terbujuk untuk tidak mengambil keputusan untuk bertindak dengan tidak menuruti bujukan atau rayuan orang berdosa. Tapi ketahuilah walau tampaknya kita tidak mengambil keputusan apapun dengan “membuang undi”, sebenarnya kita telah masuk dalam perangkap orang berdosa dan rencana iblis. Kita menjadi terikat dan “satu pundi-pundi”” dengan orang berdosa, kita menjadi sekutu si iblis sekaligus SETERU ALLAH.

Apa yang menarik anda untuk mencoba “peruntungan” hari ini? Apakah anda juga suka “coba-coba” dalam doa anda dan berkata, “siapa tahu Tuhan kabulkan kali ini?”Apakah hidup anda yang seolah-seolah tanpa kepastian telah mengganggu cara anda berpikir dan mengambil keputusan secara tidak sadar. Adakah beban “asmara” yang membuat anda terburu-buru memiliki pacar/kekasih karena toh..mungkin menurut anda hanya hubungan tanpa status dan masih dalam masa percobaan?

Hiduplah dalam takut akan Tuhan maka Ia akan memberimu hikmat untuk menentukan hal-hal yang mendatangkan kepastian dalam hal apapun, hal-hal yang datangnya dari Tuhan bukan si iblis. Ingat kepastian keselamatan di dalam Yesus Kristus, lindungi pikiran anda dengan ketopong keselamatan dan hiduplah dalam keyakinan bahwa Allah menyertai anda dan orang-orang yang percaya dan takut akan Dia.

Doa: Tuhan, ajar aku selalu waspada agar aku tidak terbujuk untuk menyerahkan hidupku ditangan orang berdosa dan iblis. Buatku mengerti bahwa hikmatMu akan menuntunku selamanya dalam takut akan Engkau.

Rabu, 08 Juli 2009

Jatuh dalam dosa karena Terbujuk (2)

Amsal 1:11-14
Bagaimana kita dibujuk untuk berbuat dosa? Melalui perkataan. Perkataan mendahului bujukan untuk berbuat dosa. Ada orang yang dibujuk untuk menggunakan obat-obatan terlarang, dibujuk oleh kekasih untuk melakukan seks bebas atau selingkuh, ada orang dibujuk untuk berbohong. Intinya tiap orang mudah dibujuk, dan perkataan adalah alat utama yang dapat mengakibatkan kita jatuh dalam dosa. Lalu bagaimana orang berdosa melanjutkan aksinya? Mereka mengajak lebih banyak orang (marilah kita menghadang…, ay. 11a), menyusun rencana dan membuat strategi (mengintai, ay. 11b), dan mengambil segala sesuatu yang dimiliki seseorang (menelan mereka hidup-hidup, ay. 12), nyawa seseorang ( seperti dunia orang mati, bulat-bulat, seperti mereka yang turun ke liang kubur, ay. 12a), sekaligus harta bendawi yang dimiliki seseorang (mendapat pelbagai benda yang berharga..memenuhi rumahkita dengan barang rampasan, ay. 12b). Perhatikan, orang berdosa tidak bergerak sendirian, mereka seringkali merupakan kumpulan orang dan sering mengajak orang lain. Mereka tidak bekerja tanpa rencana, sementara kita sering terjebak karena kita melakukan sesuatu tanpa perencanaan. Kita juga tidak menyadari bahwa tujuan utama mereka adalah nyawa kita, sama seperti setan yang ingin merampas jiwa kita. Ketika kita percaya kepada Kristus, kita sudah direbut oleh Tuhan dari tangan si iblis, maut tidak berkuasa atas kita dan dapat hidup berkemenangan dari dosa yang selama ini mencengkram hidup kita. Sekarang, maukah anda menyerahkannya begitu saja?

Selasa, 07 Juli 2009

Jatuh dalam Dosa karena Terbujuk (1)


-->
-->
Hai, anakku, jikalau orang berdosa hendak membujuk engkau,
janganlah engkau menurut.
(Amsal 1:10)
Pernahkah kita bertanya, bagaimana kita dapat jatuh dalam dosa? Mungkin kita pernah berkata, “Ah, tidak mungkin aku dipengaruhi untuk hidup dalam dosa” atau setidaknya kita berkata, “Orang berdosa tidak semudah itu mengecohku”. Namun sadarkah bahwa orang berdosa tidak datang untuk “menentang” kita? Kita kurang menyadari bahwa kita hidup ditengah-tengah orang-orang yang menyetujui jika kita melakukan dosa ataupun memberi manfaat atau sisi baik dari keberdosaan. Misalnya, aku merokok saja toh ayahku merokok; kalau aku kemarin tidak berbohong pasti aku sudah di marahi oleh ibuku (orangtuaku, bossku, etc.).
Ada banyak alasan untuk kita hidup berdosa, tapi fakta sebenarnya kita telah terbujuk. Temukan dan hitunglah alasan-alasan yang anda berikan untuk melanggar Firman Tuhan setiap harinya. Lalu bayangkanlah jika orang-orang terdekat anda memiliki alasan-alasan yang serupa dengan saudara. Berapa banyak orang yang telah terbujuk untuk melakukan hal yang sama, yaitu hidup dalam dosa?
Perintah “janganlah engkau menurut” menegaskan sikap yang harus diambil kala bujukan orang berdosa itu datang kepada kita. Jangan sesuaikan nilai anda dengan nilai orang berdosa tersebut, namun ukur nilai anda dihadapan Tuhan dan nilai-nilai yang diajarkanNya sesuai dengan FirmanNya.
Anda mungkin tidak sedang dipengaruhi apalagi dipaksa orang untuk berdosa hari ini. Tapi sadarilah bahwa anda mungkin dapat terbujuk untuk melakukan dosa.Karena itu berdoa dan berjaga-jagalah.